Cerita Rakyat dan Motivasi China »

| One Comment | 11,364 views

*** Menggantungkan Lentera Merah ***
Menjelang akhir Dinasti Ming, perampok “Da shing King (闖王)” Li Zi cheng (李自成) dan anak buahnya berencana menyerah kota Kaifeng (開封), salah satu Kota yang sangat besar waktu itu. Da shing …

Read the full story »
Cerita Rakyat Nusantara

kumpulan cerita rakyat, legenda dari seluruh wilayah di indonesia

Cerita Rakyat & Motivasi Luar Negeri

kumpulan cerita rakyat dan motivasi dari china, america, dari negara – negara laen di luar Indonesia

Mitos | Myth

Kumpulan cerita Mitos dan Myth yang masih belum di ketahui kebenarannya

Dongeng | Cerita Anak

kumpulan cerita dongeng, cerita anak untuk memberikan inspirasi dan motivasi

Cerita Motivasi

Kumpulan Cerita Motivasi dan Inspirasi, membuka wawasan dan pengetahuan kita dengan bijak

Home » Cerita Rakyat dan Motivasi China

Menempelkan Gambar Dewa Pintu di Hari Tahun Baru

Submitted by No Comment | 3,494 views
the god of door

the god of door

Dewa Pelindung

Mitos Dan Legenda China

Menempelkan Gambar Dewa Pintu di Hari Tahun Baru – Chinese Tradisi

Kebiasaan menempelkan dewa – dewa penjaga pada pintu dimulai sejak zaman dinasti Han, yang merupakan kelanjutan dari Dinasti Tang di mana Jendral Qin Shu bao (秦叔寶) dan Jenderal Yuchi Jing De (尉遲敬德) yang menjadi patih kaisar Li Shi min (秦王李世民) menjadi dewa pintu.

Dahulu kala pada Dinasti Tang, ada seorang peramal yang mengajarkan seseorang untuk memancing ikan di lautan, sehingga membuat kedamaian lautan itu menjadi terusik. Melihat hal itu Penasehat Raja Ular Naga melaporkan hal itu kepada Raja Ular Naga, sehingga Raja Naga memutar otak untuk mengusir peramal atau Si nujum tersebut.

Raja Ular Naga berubah menjadi manusia dan bertemu Sang peramal untuk berpura – pura di ramal. Raja Ular Naga meminta untuk meramalkan kapan, datangnya hujan? Dan meminta sang peramal untuk tidak meramal lagi seandainya dia salah memberi jawaban. Sang peramal pun setuju dan memberi jawaban “ besok “, kata Sang peramal. Raja Ular Naga tertawa dalam hati karena pikirnya dia besok tidak akan turun hujan, karena dia yang menentukan hujan turun di daerah tersebut.

Pada Sore hari tiba – tiba datanglah seorang utusan dari Kaisar Jade atau Raja langit kepada Raja Ular Naga. “ Raja Ular Naga dari Sungai Jing, engkau harus menurunkan hujan besok hujan yang deras. “ Begitu mendengar titah tersebut, Raja Ular Naga menjadi kebingungan. Akhirnya Raja Ular Naga mengubah waktu dan volume air hujan.

Raja Ular Naga kembali ke tempat peramal tersebut dan menghancurkan tempat peramal tersebut. Dan menyuruhnya untuk pergi dari sini, karena ramalannya yang salah.

“ Aku khawatir, meskipun mudah bagimu untuk menggunakan cara mu sendiri. Tetapi ini sulit menyelamatkan mu.” Kata Sang peramal.
“Apa maksud mu? “ tanya Raja Ular Naga
“Kau sebenarnya adalah Raja Ular Naga dari sungai Jing, Kau pikir aku tidak tahu?. Untuk memenangkan taruhan kau melanggar perjanjian dengan Kaisar Jade atau Raja langit. Dia telah memerintahkan untuk menghukummu besok jam tiga sore “ Ungkap Sang Peramal.

Raja Ular Naga meminta tolong kepada peramal tersebut untuk menyelamatkan jiwa nya. Tetapi peramal itu tidak dapat membantu, dia menyuruh Raja Ular Naga mencari Kaisar Li Shi Min (秦王李世民) untuk menahan Wei He Sang perdana menteri Dinasti Tang yang akan mengeksekusi Raja Ular Naga. Raja Ular pun Mencari kaisar Li Shi Min dan meminta pertolongan padanya untuk menahan Wei He pada jam 3 sore untuk menyelamatkan jiwanya.

Wei He yang di tahan oleh Kaisar Li shi Min dengan cari bermain catur. Tetapi Wei he tertidur setelah memainkan beberapa rounde catur dengan Kaisar Li shi Min (秦王李世民), tetapi aksi tidur Wei He tersebut hanyalah pura – pura, dia melepaskan rohnya untuk pergi mengeksekusi Raja Ular Naga dari sungai Jing.

Karena Kejadian tersebut setiap malam Sang Kaisar di hantui terus menerus oleh Roh Raja Ular Naga dari sungai Jing tersebut. Akhirnya Sang kaisar menyuruh kedua jendralnya yaitu Shu bao(秦叔寶) dan Yu chi Jing De (尉遲敬德)untuk menjaga pintu supaya kaisar bisa menikmati tidurnya dengan damai. Karena tidak mungkin setiap hari kedua Jendral tersebut di suruh menjaga pintu kamar Kaisar, maka dari itu Kaisar menyuruh seorang pelukis melukis kedua jenderal tersebut dan di tempelkan nya kedua gambar tersebut di pintu kamar Kaisar.

Lama – Kelamaan cara ini menyebar ke seluruh negeri dan kedua jenderal itu di anggap sebagai Dewa Pintu.

Tags: ,

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

*