Cerita Rakyat dan Motivasi China »

| One Comment | 12,083 views

*** Menggantungkan Lentera Merah ***
Menjelang akhir Dinasti Ming, perampok “Da shing King (闖王)” Li Zi cheng (李自成) dan anak buahnya berencana menyerah kota Kaifeng (開封), salah satu Kota yang sangat besar waktu itu. Da shing …

Read the full story »
Cerita Rakyat Nusantara

kumpulan cerita rakyat, legenda dari seluruh wilayah di indonesia

Cerita Rakyat & Motivasi Luar Negeri

kumpulan cerita rakyat dan motivasi dari china, america, dari negara – negara laen di luar Indonesia

Mitos | Myth

Kumpulan cerita Mitos dan Myth yang masih belum di ketahui kebenarannya

Dongeng | Cerita Anak

kumpulan cerita dongeng, cerita anak untuk memberikan inspirasi dan motivasi

Cerita Motivasi

Kumpulan Cerita Motivasi dan Inspirasi, membuka wawasan dan pengetahuan kita dengan bijak

Home » Cerita Rakyat & Motivasi Luar Negeri, Cerita Rakyat dan Motivasi China

Cerita Tentang Nian 年

Submitted by One Comment | 14,946 views

Nian – 年的故事

年怪獸

年怪獸 - cerita rakyat cina

Cerita Tentang Nian 年

Dahulu kala bumi penuh dengan ular dan binatang buas. Di antaranya ada makhluk yang sangat besar yang disebut dengan Nian ( 年 ). Pada malam tahun baru, dia muncul untuk melahap manusia.

Menjelang Tahun baru Lunar Orang – orang setempat menjadi bingung dan resah. Tetapi tiba – tiba ada seorang kakek yang bertanya kepada warga.

“ Anak muda apa yang kau risaukan ? “ kata kakek tua itu.

“ Sekarang menjelang Tahun baru. Pada malam hari, Nian ( 年 )akan muncul untuk memakan manusia. Tidak Tahukah Anda?” tanya pemuda itu kepada Sang Kakek.

“ Anda pasti tidak pernah bertemu dengan Nian ( 年 ), kalau tidak bagaimana mungkin Anda bisa hidup sampai setua ini?? “ Kata pemuda yang lainnya sambil bergurau.

“ Tenang saja anak – anak muda, jika nian datang aku akan menyuruhnya untuk tidak memakan manusia lagi!! Aku tahu kelemahan nian ( 年 ). “ Kata kakek dengan penuh kepercayaan diri.

“ Orang tua gila, menyerahkan diri kepada kematian “ pemuda itu berkata dalam hati.

Setelah itu kakek itu pergi ke gunung dan menunggu malam tiba. Setelah langit mulai menjadi gelap terdengar suara teriakan yang sangat dasyat, suaru itu tidak lain adalah suara Nian ( 年 ). Angin kencang mulai bertiup, dan hewan – hewan di sana berkeliaran karena ketakutan mendengar kedatangan Nian.

Ketika itu nian ( 年 )melihat kakek tua yang ada di gunung. Lalu berkata “ He! He! He! Laki – laki, kamu telah datang kepada ku apakah kamu tidak takut aku akan memakan mu?

“ Kemampuan apa yang akan engkau gunakan untuk memakan ku ? “ kata kakek tua.

“ Lihatlah kehebatan ku, liatlah kemampuan ku ini “ Nian ( 年 ) menunjukkan kehebatannya. “ Sekarang tidak ada alasan lagi, sekarang aku akan memakanmu ! “

Dan Seketika itu juga Nian menyerbu kakek tua itu. Tetapi kakek tua itu tiba – tiba melepaskan bajunya, ternyata kakek tua tersebut mengenakan baju dalam warna merah, yang di mana warna merah merupakan sesuatu yang sangat ditakuti oleh Nian (年 ). Nian ( 年 )menjadi ketakutan dan ingin pergi, dia menjadi lemas tak berdaya.

Di lain pihak warga yang sedang ketakutan akan kedatangan Nian tiba – tiba mendengar suara dari langit. “ Para sahabat, Nian ( 年 ) sangat takut warna merah. Mulai sekarang setiap rumah harus menempelkan kertas warna merah di depan pintu rumah masing – masing untuk mencegah malapetaka “. Warga yang besembunyi keluar dan melihat di langit, ternyata suara tersebut berasal dari kakek tua, dan kakek tua tersebut lama kelamaan terbang tinggi hilang di langit.

Sejak saat itu, orang – orang menempelkan kertas merah di depan pintu rumah mereka sebelum tahun baru tiba. Kemudian mereka menulis kata – kata beruntai sebagai petuah pada kertas tersebut. Tradisi ini menjadi turun menurun pada kebudayaan China.

Tags: ,

One Comment »

  • Tatang says:

    Saya sering menemukan tradisi kuno China hampir mirip dengan tradisi orang Yahudi. Seperti halnya orang Tionghoa, orang Yahudi memulaskan darah (warna merah) pada ambang pintu rumah saat perayaan tahun baru mereka atau yang dikenal dengan perayaan Paskah orang Yahudi. Di waktu yang akan datang, saya berharap ada ilmuwan yang meneliti kesamaan tradisi ini.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

*