Cerita Rakyat dan Motivasi China »

| One Comment | 11,739 views

*** Menggantungkan Lentera Merah ***
Menjelang akhir Dinasti Ming, perampok “Da shing King (闖王)” Li Zi cheng (李自成) dan anak buahnya berencana menyerah kota Kaifeng (開封), salah satu Kota yang sangat besar waktu itu. Da shing …

Read the full story »
Cerita Rakyat Nusantara

kumpulan cerita rakyat, legenda dari seluruh wilayah di indonesia

Cerita Rakyat & Motivasi Luar Negeri

kumpulan cerita rakyat dan motivasi dari china, america, dari negara – negara laen di luar Indonesia

Mitos | Myth

Kumpulan cerita Mitos dan Myth yang masih belum di ketahui kebenarannya

Dongeng | Cerita Anak

kumpulan cerita dongeng, cerita anak untuk memberikan inspirasi dan motivasi

Cerita Motivasi

Kumpulan Cerita Motivasi dan Inspirasi, membuka wawasan dan pengetahuan kita dengan bijak

Home » Cerita Rakyat Nusantara

Timun Emas

Submitted by No Comment | 8,652 views

timun emas dan petapa

Timun Emas

Di sebuah desa tinggallah seorang janda yang bernama mbok Sarni. Kehidupan dia sangat kekurangan dan menyedihkan, dia hidup seorang diri, tetapi dalam hatinya dia  ingin memiliki seorang anak untuk menemaninya.

Pada suatu hari sewaktu mencari kayu di hutan Mbok Sarni bertemu dengan seorang raksasa, yang dalam singat cerita Mbok sarni akan diberikan seorang anak, tetapi dengan syarat setelah 6 tahun anak tersebut harus di persembahkan kepada sang Raksasa. Mbok Sarni pun menyetujui perjanjian itu, dan dia di beri biji mentimun oleh Raksasa.

Sesampai nya di rumah biji mentimun itu di tanam, dan kira – kira setelah dua minggu, mentimun itu nampak berbuah sangat lebat dan ada salah satu mentimun yang berbuah sangat besar. Lalu dibelahnya buah itu oleh Mbok Sarni tanpa di sangka ternyata di dalamnya ada seorang bayi wanita cantik jelita. Kemudian bayi itu diberi nama Timun Emas.

Setelah kehadiran timun emas hari – hari Mbok Sarni pun menjadi berubah. Rumahnya yang dulunya sepi, sekarang menjadi lebih ramai berkat timun emas. Hingga suatu hari datanglah hari dimana Sang Raksasa datang untuk menagih janji. Tetapi karena rasa sayang dan tidak mau kehilangan timun emas. Kemudian Mbok Sarni berkata kepada raksasa, “Wahai raksasa, datanglah kesini dua tahun lagi. Semakin dewasa anak ini, maka semakin enak untuk di santap”. Sang Raksasa menyetujui dan meninggalkan rumah mbok Sarni.

Di tengah waktu dua tahun yang ia janjikan kepada Sang raksasa dia menjadi akal agar Timun Emas anaknya tidak dibawa pergi oleh Sang Raksasa, akhirnya dia pergi mencari pertapa di atas gunung, dan di bawanya juga Timun Emas bersama dia. Sesampainya di sana Timun Emas menceritakan maksud kedatangannya. Setelah itu Sang petapa memberinya empat buah bungkusan kecil yang isinya biji mentimun, jarum, garam, dan terasi. Di surunya melempar satu per satu bungkusan itu sewaktu di kejar oleh Sang Raksasa.

Akhirnya harinya tiba di mana Sang Raksasa datang untuk menagih janji. Sang Raksasa bertanya kepada Mbok Sarni, tetapi dia tidak mau menberitahu, karena takut akan ibunya akan dilukai oleh Sang Raksasa, maka Timun Emas menunjukan diri kepada Sang Raksasa. Lalu dia berkata “Aku di sini raksasa, tangkaplah aku jika kau bisa!!!”, teriak timun emas.

Cerita Rakyat Timun Emas

*** Timun Emas & Raksasa ***

Dengan cepat Raksasapun mengejarnya, dan Timun Emas mulai melemparkan kantong pertama yang di berikan oleh Sang petapa. Setelah jatuh ke tanah, kantong tersebut berubah menjadi tanaman yang lebat, sehingga membuat Raksasapun menjadi terhambat. Akhirnya dengan kekuatannya Sang raksasa berhasil melepaskan diri, dan mulai mengejar timun emas lagi. Sekali lagi Timun Emas melempar kantong kedua yang berisi jarum yang tiba – tiba tersebar dan menjadi banyak, Sang Raksasa menjadi terluka kakinya karena hal itu.

Kemudian timun emas membuka kantong ketiga. Lalu kantong ke empat. Seketika itu juga di sana berbubah menjadi lautan luas dan juga ada lautan lumpur yang mendidih. Sang Raksasa yang tidak berdaya menghindari semua itu akhirnya terperangkap dalam lumpur yang mendidih, hingga ia mati.

Dengan kejadian tersebut Timun Emas selamat dari Sang Raksasa, ia pun bersyukur kepada Tuhan. Akhirnya Timun Emas bersama dengan Mbok Sarni hidup bahagia.

Tags: ,

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

*