Cerita Rakyat dan Motivasi China »

| One Comment | 11,765 views

*** Menggantungkan Lentera Merah ***
Menjelang akhir Dinasti Ming, perampok “Da shing King (闖王)” Li Zi cheng (李自成) dan anak buahnya berencana menyerah kota Kaifeng (開封), salah satu Kota yang sangat besar waktu itu. Da shing …

Read the full story »
Cerita Rakyat Nusantara

kumpulan cerita rakyat, legenda dari seluruh wilayah di indonesia

Cerita Rakyat & Motivasi Luar Negeri

kumpulan cerita rakyat dan motivasi dari china, america, dari negara – negara laen di luar Indonesia

Mitos | Myth

Kumpulan cerita Mitos dan Myth yang masih belum di ketahui kebenarannya

Dongeng | Cerita Anak

kumpulan cerita dongeng, cerita anak untuk memberikan inspirasi dan motivasi

Cerita Motivasi

Kumpulan Cerita Motivasi dan Inspirasi, membuka wawasan dan pengetahuan kita dengan bijak

Home » Cerita Rakyat & Motivasi Luar Negeri, Cerita Rakyat dan Motivasi China

Pagi tiga Sore empat

Submitted by No Comment | 3,415 views

朝三暮四

Pagi tiga, Sore empat

Zhāo sān mù sì - 朝三暮四

 

Mengiaskan orang yang ahl menipu, pintar memanipulasi kata-kata tanpa mengubah makna semula.

Pada periode Negara-negara berperang (475-221 SM), ada seornag kakek bernama Ju Gong yang tinggal di negara Song. Kakek Ju Gong senang dengan kera (monyet) dan memelihara banyak kera di dekat rumahnya. Setiap hari ia menghabiskan banyak waktu bersama kera-kera peliharaannya. Karena sering bergaul dengan kera, ia dapat berkomunikasi dengan mereka menggunakan cara-cara khusus.

Suatu ketika ia mendapati persediaan makanan untuk kera-keranya sudah menipis. Hal itu membuat kakek Ju Gong harus memutar otak untuk konsumsi pangan kera-kera tersebut bisa dikurangi. Kemudian ia mengumpulkan kera-keranya di halaman rumah dan menceritakan kondisi yang sebenarnya. Selanjutnya, ia berkata, “Mulai hari ini konsumsi pangan harus dikurangi menjadi tiga pagi, empat sore.”

Mendengar kata ‘tiga’ yang artinya kurang dari jatah sebelumnya, kera-kera itu protes. Karena mereka protes, Kakek Ju Gong berkata lagi, “Bagaimana kalau empat pagi,, tiga sore?” Mendengar kata-kata ‘empat’ terlebih dahulu, kera-kera itu langsung bersorak riang dan menyetujui usul tersbut. Padahal, kedua usul itu pada intinya sama.

Penipuan seperti ini banyak dipakai orang seperti sms “Anda mendapatkan hadiah mobil. Segera hubungi xxx-xxx.” Orang langsung membayangkan akan mendapatkan hadiah. Ibarat kera, mendengar kata ‘empat’ langsung riang. Orang yang melihat kata ‘hadiah’ langsung menjadi lengah dan otaknya tidak dapat bekerja dengan semestinya sehingga mudah tertipu. Berhati-hatilah dengan gaya “pagi tiga, sore empat.”

 

Catatan:

Pada awalnya peribahasa ini digunakan untuk mengiaskan orang yang pintar menipu, namun dalam perkembangannya berubah menjadi kiasan bagi orang yang sebentar-sebentar berganti arah, orang yang plin-plan.

Tags: ,

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

*