Cerita Rakyat dan Motivasi China »

| One Comment | 11,837 views

*** Menggantungkan Lentera Merah ***
Menjelang akhir Dinasti Ming, perampok “Da shing King (闖王)” Li Zi cheng (李自成) dan anak buahnya berencana menyerah kota Kaifeng (開封), salah satu Kota yang sangat besar waktu itu. Da shing …

Read the full story »
Cerita Rakyat Nusantara

kumpulan cerita rakyat, legenda dari seluruh wilayah di indonesia

Cerita Rakyat & Motivasi Luar Negeri

kumpulan cerita rakyat dan motivasi dari china, america, dari negara – negara laen di luar Indonesia

Mitos | Myth

Kumpulan cerita Mitos dan Myth yang masih belum di ketahui kebenarannya

Dongeng | Cerita Anak

kumpulan cerita dongeng, cerita anak untuk memberikan inspirasi dan motivasi

Cerita Motivasi

Kumpulan Cerita Motivasi dan Inspirasi, membuka wawasan dan pengetahuan kita dengan bijak

Home » Cerita Rakyat Nusantara

Legenda Ular n’Daung

Submitted by No Comment | 7,873 views

Legenda Ular N'daung

Legenda Ular n’Daung

Legenda Ular n’Daung – cerita rakyat asal Bengkulu

Cerita Legenda Ular n’Daung ini berasal dari sebuah dearah di Bengkulu, yang di sana hidup seorang wanita tua dengan tiga orang anaknya. Kehidupan mereka hanya bergantung dari penjualan hasil kebun di rumahnya. Pada suatu hari perempuan tua itu sakit keras.

Karena semua dokter tidak bisa menyembuhkannya, Lalu ada seorang orang pintar yang meramalkan akan penyakit wanita tua itu, dan salah satu cara untuk menyembuhkannya hanya dengan Obat khusus. Obat itu dapat di peroleh dari daun-daunan hutan dan harus dimasak dengan bara gaib dari puncak gunung.

Bara Gaib di puncak Gunung tersebut di jaga oleh Seekor Ular, yang Konon dalam cerita disebut sebagai Ular n’Daung , Ular tersebut tidak akan membiarkan siapan pun memasuki daerah kekuasaannya.

Ketakutan dan kecemasan meliputi keluarga tersebut. Tetapi diantara ketiga anak perempuan ibu tua itu, hanya si bungsu yang memberanikan diri untuk memenuhi persyaratan tersebut. Perjalanan ke Gunung pun di mulai, kabut dan suasana yang menyeramkan menyelimuti daerah tersebut. Pohon-pohon sekitar gua itu tampak gersang dan berlumut. Daun-daunnya menutupi sinar matahari. Dengan perlahan Si Bungsu menaiki Gunung tersebut.

Tiba-tiba tanah di sekitar sana menjadi bergemetar dan ia mendengar raungan yang keras. Pada saat itu juga dari dalam Gua ular tersebut menyorot mata tajam dan lidahnya menjulur.  Dengan sangat ketakutan si Bungsu bersujud ke tanah dan memohon kepada ular agar di berikan sebutir bara gaib untuk memasakan obat untuk ibunya yang sakit. Tanpa diduga, ular tersebut langsung memberikan bara ajaib, tetapi dengan syarat yaitu Si Bungsu bersedia menjadi istrinya. Si Bungsu menyetujuinya, karena pikirnya mana mungkin ular dapat menikah dengan manusia? Esok harinya, dia kembali ke gunung untuk menepati janjinya.

Sesampainya di puncak gunung, yang dilihatnya bukan Ular yang besar melainkan seorang ksatria tampan bernama Pangeran Abdul Rahman Alamsjah. Lalu pangeran tersebut menceritakan semuanya, bahwa Ia sebenarnya adalah seorang pangeran, tetapi karena pamannya maka ia disihir menjadi ular. Pamannya yang haus akan kekuasaan hendak mengambil alih posisi sebagai calon Raja.

Di sisi lain, Setelah ibu si bungsu meminum obat gaib tersebut, ia menjadi sehat. Tetapi melihat itu semua kedua kakaknya menjadi iri dan Ia ingin mencelakakan Si Bungsu, maka Ia pergi ke puncak gunung dan ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di sana.

Sesampainya di puncak gunung mereka menjadi kaget karena bukan Ular yang di lihatnya, tetapi seorang pangeran tampan yang bersama Si Bungsu. Karena perasaan iri kedua kakaknya, maka timbulan rencana jahat. Mereka berencana membakar kulit ular itu, karena pikirnya dengan perbuatan itu maka pangeran tersebut akan marah dan membenci adiknya. “Wur” di bakar kulit tersebut, tetapi bukan keburukan yang terjadi melainkan kutukan pangeran tersebut menjadi hilang. Seketika itu juga badannya menjadi terasa bebas, karena kutukan itu telah hilang, dan Ia berenca kembali ke Istana lagi.

Tak lama setelah kejadian itu, si Ular n’Daung yang sudah selamanya menjadi Pangeran Alamsjah membawa si Bungsu ke istananya, dan mengusir Pamannya dari istana. Seluruh rakyat di Istana menjadi bersorak – sorai karena Pangerannya telah kembali. Lalu, Si Bungsu mengajak seluruh keluarganya untuk tinggal di istana bersama dia. Tetapi tidak dengan kedua kakaknya, karena Mereka malu akan perbuatan Mereka.

*** Legenda Ular n’Daung ***

Tags: , , ,

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

*