Cerita Rakyat dan Motivasi China »

| One Comment | 11,109 views

*** Menggantungkan Lentera Merah ***
Menjelang akhir Dinasti Ming, perampok “Da shing King (闖王)” Li Zi cheng (李自成) dan anak buahnya berencana menyerah kota Kaifeng (開封), salah satu Kota yang sangat besar waktu itu. Da shing …

Read the full story »
Cerita Rakyat Nusantara

kumpulan cerita rakyat, legenda dari seluruh wilayah di indonesia

Cerita Rakyat & Motivasi Luar Negeri

kumpulan cerita rakyat dan motivasi dari china, america, dari negara – negara laen di luar Indonesia

Mitos | Myth

Kumpulan cerita Mitos dan Myth yang masih belum di ketahui kebenarannya

Dongeng | Cerita Anak

kumpulan cerita dongeng, cerita anak untuk memberikan inspirasi dan motivasi

Cerita Motivasi

Kumpulan Cerita Motivasi dan Inspirasi, membuka wawasan dan pengetahuan kita dengan bijak

Home » Cerita Rakyat Nusantara

Asal Usul Ikan Pesut

Submitted by No Comment | 7,128 views

Sebuah sungai terkenal yaitu Sungai Mahakam. Konon menurut cerita rakyat di daerah Sugai Mahakam, ada seekor ikan yang diberi nama pesut dan menurut cerita rakyat sekitar sungai itu Pesut bukanlah ikan melainkan jelmaan manusia, dia mirip sebagaimana Lumba-lumba dan Paus yaitu mamalia air.

asal usul ikan pesut

Asal Usul Ikan Pesut

Cerita Rakyat Asal Usul Ikan Pesut – dahulu kala, terdapat sebuah dusun yang didiami oleh beberapa keluarga di rantau mahakam. Mata pencaharian mereka adalah sebagai petani maupun nelayan. Di antara keluarga tersebut hiduplah seuatu keluarga yang hidup rukun mereka mempunyai seorang putra dan seorang putri. Mata pencaharian mereka adalah berkebun.  Keluarga ini hidup bahagia.

Pada suatu hari, sang ibu sakit dan pada akhirnya dia meninggal. Sepeninggal sang ibu, kehidupan keluarga ini mulai kacau balau. Mereka larut dalam kesedihan.

Suatu hari, datanglah seorang gadis cantik ke desa ini, dan singkat cerita gadis ini menikah dengan ayah dari kedua anak tersebut. Setelah pernikah itu selesai, maka kembali bergairahlah kehidupan keluarga tersebut. Sang ayah kembali rajin berladang dengan dibantu kedua anaknya. Kehidupan mereka menjadi cerah kembali. Tak disangka setelah beberapa keluarga ini kembali bergairah. Pada suatu ketika, sang ibu tiri memiliki rencana jahat terhadap anak tirinya. Ia menyuruh mereka mengumpulkan kayu 3x lebih banyak dari biasanya, mereka tidak diberikan pulang kerumah untuk makan seandainya kayu bakar mereka belum terkumpul.

Akhirnya mereka pun berangkat ke hutan untuk mengumpulkan kayu bakar. Tetapi karena kayu yang akan dikumpulkan terlalu banyak, akhirnya mereka pun tinggal di gua, dengan menahan rasa lapar sampai keesokan harinya. Begitu pula dengan keesokan harinya, akhirnya karena kelaparan maka mereka tergeletak di tahan selama beberapa saat. Tanpa di sadari ada seorang kakek yang menghampirinya, dan menunjukan arah di tengah semak belukar sebuah pohon buah – buahan, tetapi dia juga memberi peringatan agar tidak mencarinya kembali karena akan sia – sia saja. Dengan bergegas maka mereka segera pergi ke tempat pohon buah tersebut dan makan buah – buahan yang telah tersedia di sana.

Menjelang sore, sedikit demi sedikit kayu yang jumlahnya banyak itu berhasil diangsur semuanya ke rumah. Mereka kemudian menyusun kayu-kayu tersebut tanpa memperhatikan keadaan rumah. Setelah tuntas, barulah mereka naik ke rumah untuk melapor kepada sang ibu tiri, namun alangkah terkejutnya mereka ketika melihat isi rumah yang telah kosong melompong. Mereka baru sadar bahwa ayah dan ibu tiri mereka telah pergi meninggalkan mereka dan rumah itu. Kesedihan pun ada di hati mereka.

Setelah berfikir agak lama, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi mencari kedua orang tuanya. Mereka menyusuri daerah sekitar sana dan hutan – hutan. Telah dua hari mereka berjalan namun orangtua mereka belum juga dijumpai, sementara perbekalan makanan sudah habis. Pada hari yang ketiga, sampailah mereka di suatu daerah yang berbukit dan tampaklah oleh mereka asap api mengepul di kejauhan. Mereka segera menuju ke arah tempat itu sekedar bertanya kepada penghuninya barangkali mengetahui atau melihat kedua orangtua mereka.

Mereka akhirnya menjumpai sebuah pondok yang sudah reot. Tampak seorang kakek tua sedang duduk-duduk didepan pondok tersebut. Kedua kakak beradik itu lalu memberi hormat kepada sang kakek tua dan memberi salam.
setelah itu, mereka memberi tahu maksud kedatangan mereka, dan bertanya kepada kakek tersebut.
“Hmmm…, beberapa hari yang lalu memang ada sepasang suami-istri yang datang kesini.” kata si kakek kemudian, “Mereka banyak sekali membawa barang. Apakah mereka itu yang kalian cari?”
“Tak salah lagi, Tok.” kata anak lelaki itu dengan gembira, “Mereka pasti orang tua kami! Ke arah mana mereka pergi, Tok?”

Kakek itu pun memberi tahu bahwa kedua orang tuanya pergi ke seberang sungai dan menetap di sana. Dengan bantuan perahu yang di pinjamkan kakek tersebut mereka menyebrangi sungai tersebut. Sesampainya di sana tampaklah oleh mereka sebuah pondok yang kelihatannya baru dibangun. Perlahan – lahan si adik berjalan mengitari pondok hingga ia menemukan pakaian ayahnya di belakang pondok. Ia berlari menghampiri kakaknya sambil menunjukkan baju sang ayah yang ditemukannya. Tanpa pikir panjang lagi mereka pun memasuki pondok.

Pada waktu mereka sampai di dapur dilihatnya lah, semangkuk nasi yang telah menjadi bubur karena dipanaskan terus menerus. Karena perut mereka yang kosong dan kelaparan tanpa pikir panjang mereka memakan nasi tersebut. Bubur yang masih panas tersebut dimakan sehingga membuat suhu tubuh mereka naik tak terhingga. Terkadang mereka memeluk pohon pisang sehingga menjadi layu. Begitu mereka tiba di tepi sungai, segeralah mereka terjun ke dalamnya.

Ketika kedua orang tua dari anak tersebut kembali. Mereka menjadi bingung melihat keadaan disekitar rumah mereka. Mereka terus mengikuti jejak aneh tersebut, dan sampailah mereka di tepi sungai, terlihatlah oleh mereka dua makhluk yang bergerak kesana kemari didalam air sambil menyemburkan air dari kepalanya. Sang ayah pun menjadi bingung melihat kejadian ini, dan Ia juga menjadi terkejut karena tiba-tiba istrinya sudah tidak ada disampingnya. Kini sadarlah sang suami bahwa istrinya bukanlah keturunan manusia biasa.

legenda cerita rakyat ikan pesut

Tak lama setelah itu, penduduk desa datang berbondong-bondong ke tepi sungai menyaksikan kejadian aneh tersebut. Dua ekor ikan yang kepalanya mirip dengan kepala manusia sedang bergerak kesana kemari ditengah sungai sambil sekali-sekali muncul di permukaan dan menyemburkan air dari kepalanya. Masyarakat yang berada di tempat itu memperkirakan bahwa air semburan kedua makhluk tersebut panas sehingga dapat menyebabkan ikan-ikan kecil mati jika terkena semburannya.

masyarakat di daerah pedalaman sungai Mahakam menamakannya ikan Bawoi. Dan oleh masyarakat Kutai, ikan yang menyembur-nyemburkan air dan menyerupai kepala manusia itu dinamakan ikan Pasut atau Pesut.

Baca Cerita Rakyat lainnya : Asal Usul Burung Cendrawasih, Asal Usul Kota Surabaya, Asal Usul Kota Cianjur, Legenda Telaga Warna, Legenda Gunung Tangkuban hanya di Cerita-rakyat.com

Tags: ,

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

*