Cerita Rakyat dan Motivasi China »

| One Comment | 11,528 views

*** Menggantungkan Lentera Merah ***
Menjelang akhir Dinasti Ming, perampok “Da shing King (闖王)” Li Zi cheng (李自成) dan anak buahnya berencana menyerah kota Kaifeng (開封), salah satu Kota yang sangat besar waktu itu. Da shing …

Read the full story »
Cerita Rakyat Nusantara

kumpulan cerita rakyat, legenda dari seluruh wilayah di indonesia

Cerita Rakyat & Motivasi Luar Negeri

kumpulan cerita rakyat dan motivasi dari china, america, dari negara – negara laen di luar Indonesia

Mitos | Myth

Kumpulan cerita Mitos dan Myth yang masih belum di ketahui kebenarannya

Dongeng | Cerita Anak

kumpulan cerita dongeng, cerita anak untuk memberikan inspirasi dan motivasi

Cerita Motivasi

Kumpulan Cerita Motivasi dan Inspirasi, membuka wawasan dan pengetahuan kita dengan bijak

Home » Cerita Rakyat Nusantara

Banta Seudang

Submitted by No Comment | 4,832 views
Banta Seudang

Banta Seudang

Banta Seudang

Alkisah, seorang Raja yang memerintah dengan adil dan bijaksana. Raja itu mempunyai seorang putra bernama Banta Seudang. Ketika Banta Seudang Lahir mata Raja menjadi buta. Maka kerajaan diserahkan kepada adik kandung Raja. Raja ini kemudian membuat sebuah rumah , untuk tempat tinggal kakaknya ( mantan Raja ) yang buta itu. Di rumah yang baru itulah tinggal raja yang buta, istri dan anaknya Banta Seudang.

Ketika Banta  Seudang berusia lebih kurang 10 tahun, timbul timbul pikiran bahwa, dari mana nafkah hidup mereka, sedang ayahnya buta. Ibunya pun member tahu bahwa nafkah tersebut berasal dari Pakcik nya (pamannya), tetapi anehnya Pakciknya tidak mau membantu Banta Seudang untuk sekolah.

Pada suatu waktu timbulah keinginan Banta Seudang mencari obat untuk Ayahnya. Setelah mendapat restu dari ibunya Banta Seudang pun berangkat, akhirnya setelah enam bulan lamanya berjalan, ia tiba di sebuah hutan rimba dengan pohon – pohon yang besar. Di tengah hutan itu ada sebuah balai. Menjelang waktu ashar banyak orang datang ke balai itu. Mereka lalu melakukan salat ashar berjamaah. Banta Seudang amat heran melihat perilaku orang – orang yang melakukan salat itu. Aneh bin ajaib, piker Banta. Karena begitu selesai melakukan salat orang – orang itu hilang dari pandangan matanya. Ia tidak tahu bahwa yang melakukan salat itu adalah para Aulia Allah.

Pada lain waktu dan pada saat ashar juga, ketika tiba waktu salat, Banta duduk dekat imam. Begitu selesai ia langsung memegang tangannya. Setelah bercakap – cakap dan menyampaikan maksud nya Banta diberi petunjuk untuk mengendarai gajah putih yang ada di tengah hutan. Lalu gajah tersebut membawa Banta Seudang ke tempat di dekat sungai yang memiliki air yang jernih. Di tempat itu tinggal Jin pari yang memiliki baju terbang.

Banta Seudang dan tujuh bidadari

Banta Seudang dan bidadari

Di negeri lain, ada seorang raja yang mempunyai tujuh orang putri. Ketujuh putri raja itu cantik – cantik dan indah pakaiannya. Setiap hari jumat mereka pergi ke mandi ke kolam sambil menikmati taman yang indah dan bersenang – senang sambil mengenakkan baju terbangnya, dan setiap x putri tersebut mandi di kolam, maka di sana muncul bunga ajaib ‘ bangkawali ‘ . Di sana juga ada seorang tua yang bernama Mak Toyo yang ditugaskan menjaga taman.

Suatu malam datanglah jin pari ke tempat Mak Toyo. Dia mengatakan maksudnya membawa Banta Seudang, untuk mencari obat bunga ‘bangkawali’ bagi ayahnya yang buta.

“Cucu, engkau tentu ingin mendapatkan bunga bangkawali. Untuk itu engkau harus lebih dahulu mencuri baju terbang putri. Itu bisa engkau lakukan bila putri sedang mandi.” Kata Mak Toyo kepada Banta Seudang. Bangka pun di suruh menyamar menjadi kucing untuk mencuri baju terbang putri.

hari Jumat pun tiba. Putri – putri itupun datang dengan baju terbangnya. Setelah berganti pakaian mereka lalu turun ke kolam. Mereka tertawa bersuka ria sambil bersenang – senang.

Sadang asyiknya mandi, datanglah kucing mencari baju terbang putri raja. Lalu, baju terbang itu dibawa ke atas pohon yang tinggi. Selesai mandi semua putri berganti pakaian. Mereka mengenakan pakaian terbang karena akan kembali. Tetapi pakaian putrid yang bungsu hilang.

Pada malam hari jin pari dan Banta Seudang datang ke rumah Mak Toyo. Setelah mengetahui bahwa si putrid tidak bisa lagi pulang maka jin pari mengusulkan agar putrid bungsu dinikahkan dengan Banta Seudang. Mereka setuju, lalu diadakan pesta pernikahan.

Akhirnya Banta pergi kembali ke negerinya dengan membawa bunga bangkawali sebagai obat mata ayahnya. Sesampainya di rumah, kemudian Banta mengambil bunga bangkawali dan mencelupkan kedalam mangkuk yang berisi air. Setelah beberapa saat air yang dalam mangkuk diusapkan ke mata ayahnya. Sungguh ajaib mata raja dapat melihat seketika.

Keesokan harinya Raja, Banta Seudang, beserta jin pari datang mengelilingi istana. Semua rakyat negeri itu gembira karena melihat raja yang buta sudah dapat melihat kembali. Begitu melihat kakaknya sehat kembali, adiknya kemudian mempersilahkan kakaknya memasuki istana. Setelah duduk dan minum sepuasnya, adiknya menyatakan penyesalannya. Ia minta maaf atas perlakuannya selama ini yang telah mengabaikan kakaknya yang buta.

Kerajaan pun diserahkan kembali kepada kakaknya. Maka, Banta Seudang dan isterinya serta Mak Toyo kemudian tinggal di istana.

Daftar

Tags: ,

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

*